Welcome, Please Login or Register , Visit Webmail

LBPP LIA PANDEANSARI, Yogyakarta, Kebanjiran Peserta CLIL Workshop

Kontributor: Natalia Erlina Agustin, Ketua Panitia One-day Seminar/ Workshop Learning English and Content

Dalam memperingati Ulang Tahun yang ke-50, Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional LIA menggelar Workshop tentang CLIL (Content and Language Integrated Learning) di sepuluh kota besar di Indonesia. Workshop ini memperkenalkan konsep yang mendasari teori Pendekatan Terintegrasi Pengajaran Bahasa dan Bidang Studi non Bahasa sebagai alternatif  yang dapat dijadikan landasan bagi pengajaran mata pelajaran Non Bahasa dengan menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu, dalam workshop ini, diperkenalkan pula teknik-teknik pengajaran sebagai implementasi CLIL dalam proses belajar mengajar di kelas.

Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar mendapat kehormatan untuk menjadi penyelenggara pertama CLIL Workshop. Mengapa Yogyakarta? Karena di kota ini sedang marak berkembang sekolah-sekolah SBI (Sekolah Berstandar International) maupun sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar International).  Tentunya tenaga pengajar di sekolah-sekolah tersebut ditantang untuk mampu mengajarkan Matematika dan Sains dalam Bahasa Inggris.  Sebaliknya, guru Bahasa Inggris juga perlu dibekali pengetahuan tentang pembelajaran Matematika dan Sains sehingga dapat mempersiapkan siswa untuk memahami pengajaran mata pelajaran Bidang  Studi non Bahasa dalam bahasa Inggris.

“Kalau mau mengajar saya sering gelisah karena harus memakai bahasa Inggris” ungkap salah seorang peserta workshop yang mengajar sains.

LBPP-LIA yang sudah 50 tahun malang melintang di dunia pendidikan Bahasa Inggris, mampu menjawab kegelisah para guru dengan menyelenggarakan CLIL Workshop. Diluar dugaan panitia, animo para guru untuk mengikuti workshop ini sangat tinggi. Hal ini terbukti dengan membludaknya peserta workshop, yang datang dari berbagai sekolah — SMP/SMA/SMK SBI maupun non-SBI.

Awalnya panitia hanya menetapkan target 85 peserta karena keterbatasan tempat. Tetapi hanya dalam waktu 10 hari peserta yang mendaftar sudah mencapai 100 orang. Terpaksa pihak panitia menutup pendaftaran 2 hari lebih awal!  Ada juga peserta yang datang pada hari-H dan memaksa ikut. Panitia pun tidak kuasa menolak karena peserta tersebut datang dari Wonosari.

Ternyata semangat belajar para guru Yogyakarta sangat tinggi. Mereka tidak mau kalah dengan murid-muridnya. Kami bangga karena di LIA kami meyakini bahwa peningkatan mutu dan kompetensi para pendidik hanya dapat dipenuhi bila para guru sendiri mempunyai motivasi untuk terus menerus mengembangan diri.
Sebagai penyelenggara kamipun bangga, bahwa sebagai lembaga kursus non formal, LIA mendapat kepercayaan yang tinggi dari sekolah-sekolah formal.  Hal tersebut dapat dapat dilihat dari sekolah-sekolah yang mengikutsertakan para guru mereka. SMPN 5 Yogyakarta, SMP SBI dan terbaik di Yogyakarta mengirim17 orang guru untuk megikuti kegiatan ini. SMA De Britto, salah satu sekolah favorit di Yogya,  tidak mau ketinggalan, mengirimkan 10 orang tenaga pengajarnya. Dari 98 orang peserta yang hadir, 27 peserta adalah guru bahasa Inggris, sisanya, 71 peserta, adalah guru-guru matematika dan sains. Hal ini membuktikan bahwa para guru Matematika dan Sains memang masih sangat memerlukan pelatihan untuk bisa mengajar dengan memakai bahasa Inggris. Para peserta mengakui bahwa CLIL workshop ini baru pertama kali diadakan di Yogyakarta bahkan mungkin di Indonesia. Makanya walaupun terpaksa harus berdesakan, para peserta tetap mengikuti workshop dengan antusias.

Workshop satu hari memang jauh dari cukup untuk membekali para guru Matematika dan Sains untuk bisa mengajar memakai Bahasa Inggris. Untuk itu LBPP-LIA sudah menyiapkan program ECT (English for Content Teachers) yang diperuntukkan bagi guru non Bahasa Inggris agar mampu mengajar dengan menggunakan bahasa Inggris. Nantikan CLIL workshop LBPP-LIA di kota-kota lain.

Baca komentar para peserta seminar.