BANJARMASIN, BPOST – Sebagai lembaga bahasa Inggris terkemuka di Indonesia, Lembaga Bahasa dan Pendidikan Profesional (LBPP) LIA berkeyakinan bahwa kualitas pembelajaran bermuara dari kompetisi dan ketrampilan para tenaga pengajar.
Berbagai kegiatan berupa pelatihan, lokakarya, seminar, konferensi tingkat nasional maupun internasional telah diselenggarakan guna meningkatkan dan mengembangkan kedua factor tersebut.
Pemerintah juga didorong untuk mengembangkan satuan pendidikan yang bertaraf internasional. Standar internasional yang dituntut dalam SBI adalah standar kompetensi kelulusan, kurikulum, proses belajar mengajar, SDM, fasilitas, manajemen, pembiayaan, dan penilaian standar internasional.
Hal itu dikemukakan Manajer Marketing LBPP LIA, Pasaribu Tarigan saat seminar dalam rangka memperingati HUT ke-50 LBPP LIA dengan tema Learning English and Content, Enhancing students’ Ability in using English to Learn and Learning to Use English , Sabtu (15/8), di Swiss Bell Hotel Borneo, Banjarmasin.
“Dalam SBI, proses belajar mengajar disampaikan dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia,” ujar
Menurutnya, seminar bertujuan memberdayakan dan membekali guru dengan kemampuan dasar berbahasa Inggris yang diperlukan bahasa instruksi pengajaran dan target kosa kata. Teknik-teknik pengajaran yang menggabungkan pengajaran Bahasa Inggris, Matematika dan Sains.
Pasaribu menambahkan, setelah mengikuti seminar diharapkan para guru Matematika dan Sains dapat merasa lebih percaya diri untuk belajar menggunakan bahasa Inggris dalam mengajarkan bidang mereka.
Sekertaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, Herman Taufan, mengatakan pihaknya mendukung seminar tersebut. Apalagi pemprov membangun sekolah bertaraf internasional pada 2010 mendatang.
“Lokasi sekolahnya di Jalan A Yani Kilometer 17, sekitar 50 meter setelah Tugu 17 Mei. Luasan lahan sekitar empat hectare, diprioritaskan untuk tingkat pendidikan sekolah menengah atas,” katanya.
Herman mengatakan, pembangunan sekolah bertaraf internasional dananya sudah disiapkan dalam APBD 2010. Masing-masing kabupaten atau kota di Kalsel mengirimkan lima siswa lulusan terbaik mereka untuk mengenyam pendidikan di tempat tersebut. (gg/*)
Banjarmasin Post